Tag

Sebelum menuliskan code, menurut tutorial Go, kita harus memahami dulu struktur organisasi code di Go agar tool2 development Go bisa memahami dan development berjalan lancar.

Code harus kita letakkan di workspace. Di dalam workspace terdapat 3 sub directory:

  • src, berisi source code yang kita buat.
  • pkg, berisi paket-paket object yang akan kita reference di source code.
  • bin, berisi binary file yang bisa dijalankan komputer.

Kita coba:

  1. Saya buat workspace yang bernama: latihan
  2. Saya buat subfolder: src
  3. Karena dalam src nantinya akan ada banyak pakage code (project kali ya kalau di .net heheheh…sama2 meraba nih), kita harus menentukan dulu nih pakage path-nya. Menurut tutorial, sebaiknya path disamankan dengan root repository dimana sourcecode nantinya kita simpan. Karena nama pakage yang singkat2 akan dipakai sendiri oleh Go (eGo-is yah..wkwkwkkwkwk). Misal, nanti kita kan taruh di github/fatur, maka kita kan kasih path: latihan/src/github/fatur
  4. Kemudian saya buat pakage directory: hello. Sampai disini saya rindu IDE. wkwkwkwkwkwkw.
  5. Nah baru buar file: hello.go
  6. Tuliskan code. Contek saja dulu dari contoh sebelumnya. PR nih…mengapa pakage-nya “main”. Tanda tanya besar.
  7. Saya run go install. Hasilnya protes dia: go install: no install location for directory D:\projects-test\Go\latihan\src\gi
    thub\fatur\hello outside GOPATH
  8. Ternyata kita harus set dulu GOPATH-nya. Masuk ke system environment windows, tambahkan env baru GOPATH=workspace path.
  9. Jalankan dengan menyebutkan pakage path dan lokasi pakage. Disini: go install github.com/fatur/latihan/hello.
  10. Masuk ke workspace/bin jalankan file hello.exe
Iklan